"Memberikan kontribusi optimal kepada stakeholder melalui pengelolaan bandara dengan mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien ".
Sejarah Bandara
Bandar Udara Palembang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926. Tahap I dibangun lapangan terbang landasan rumput 17-35 dengan ukuran 75x10 meter. Pada tanggal 8 Agustus 1928 landasan rumput tersebut untukpertama kalinya didarati oleh pesawat terbang jenis capung berdinding terpal, berisi dua orang kompeni Belanda.
Pada tahun 1939 mulai didarati pesawat KLM yang berisi 16 orang penumpang. Tahun 1924-1945 lapangan terbang Palembang dikuasai oleh Pemerintah Jepang dan dibangun lagi landasan 11-29, untuk didarati oleh pesawat DC 3 dan pesawat-pesawat tempur. Lebar strip landasan adalah 150x1000 meter.